Agama

Berikut Pengertian dan Makna Rangkaian Manasik Haji

0

Seluruh tindakan dan tempat Haji membawa pesan ruhaniah. Saniyasnain Khan mengungkapkan, jamaah haji melaksanakan haji bukan cuma supaya dosa-dosa mereka dihapuskan.

Menunaikan ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan persiapan lahir dan bathin. Penantian yang panjang akan ibadah haji di negara kita (Indonesia) membuat kita mengambil hikmah agar melatih kesabaran. Bagi Anda yang ingin segera berhaji dan mempersingkat masa tunggu,  bisa segera daftar haji khusus / onh plus di travel resmi yang memiliki izin dari kemenag.

“Namun supaya jadi manusia baik yang belajar untuk peduli kepada orang lain dan agar mendapatkan anugerah Allah SWT,” kata Saniyasnain dalam bukunya ‘Ibadah Haji Supaya Kita Memahami Secara Tepat’.

Manasik Haji dilakukan dengan tujuan untuk mengudakasi dan menambah bekal kita sebelum ke tanah suci, dengan melakukan gladi, utamanya tentang rukun haji atau amalan-amalan yang dilakukan saat berhaji. Berikut ini merupakan pengertian dari rangkaian manasik haji:

Ka’bah

Menarik lebih banyak orang dibandingkan bangunan lain di dunia. Lebih dari seperempat penduduk dunia salat menghadap ke Ka’bah lima kali dalam satu hari.

“Siang malam, tahun demi tahun, ibadah belum pernah terhenti di sana sedetikpun,” katanya.

Hal tersebut mengingatkan kita pada tujuan hidup untuk beribadah kepada-Nya kita berputar balik di sekitar-Nya, dekat denganNya, memohon anugerah-Nya dan meletakkan seluruh kepercayaan kita kepadanya. Nabi Muhammad SAW diberi tahu supaya memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Allah dekat dengan mereka dan mengabulkan doa mereka.

Tawaf

Atau mengelilingi Ka’bah artinya berputar selamanya di sekitar Tuhan kita, seperti planet-planet mengelilingi matahari. Pencipta kita memperhatikan kita sepanjang hidup kita, sehingga kita perlu taat dan terus-menerus ingat kepada-Nya; kita perlu meninggalkan segala hal yang Ia larang dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang diridha-Nya, serta mengingat-Nya.

“Sambil berdiri atau duduk atau dalam kondisi berbaring dan mereka memikirkan mengenai penciptaan langit dan bumi.” (Ali Imran 191).

Sai

Atau berjalan cepat di antara bukit Safa dan bukit Marwah untuk mengenang perjuangan berat istri Nabi Ibrahim AS, Hajar dan kepasrahan dirinya yang penuh kepada Allah. Melakukan seperti apa yang dilakukan hajar 4000 tahun yang lalu menunjukkan kepada orang-orang yang beriman bagaimana mereka harus lari kepada Allah jika perlu.

Talbiyah

Atau mengulang-ulang bacaan Labbaik ialah jawaban orang-orang yang beriman terhadap panggilan Allah. Ini adalah pendahuluan hari kiamat saat “Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kubur menuju kepada Tuhan mereka.” (Yasin ayat 51).

Zamzam

Mata air yang menyembur atas kehendak Allah, yang menyelamatkan kehidupan hajar dan bayinya, Ismail, menjelaskan bahwa keimanan orang-orang yang beriman akan mendapatkan balasan dari Allah, bahkan mungkin dengan suatu mukjizat. Sebab air ini memuaskan dahaga berjuta-juta jamaah haji tahun demi tahun, tanpa pernah habis, menunjukkan kekuasaan tidak terhingga jumlah dan cinta kepada makhluk-Nya.

Ramy

Atau melemparkan batu kerikil pada tiang setan pada Mina, menunjukkan bagaimana orang-orang yang beriman mesti menghindari godaan. Kapan saja setan dalam pribadi mereka merayu untuk berbuat salah, secara mental, mereka akan melemparkan kerikil-kerikil ke arahnya untuk mengusirnya.

Arafah

Di sini Nabi Muhammad menyampaikan bahwa orang yang betul-betul mulia ialah yang tidak memihak dan takut kepada Allah, tanpa membanggakan warna kulit atau jabatan untuk para jamaah haji berkumpul di Arafah ialah seperti berdiri di hadapan Allah di hari kiamat.

Muzdalifah

Tempat para jamaah haji bermalam kebanyakan di pinggir jalan. Ini mengajarkan pelajaran yang sama seperti pada Mina dan Arafah, sebab gaya hidup mereka di dalam tenda tenda kecil pasti sangat sederhana. Hal tersebut mengingatkan mereka terhadap orang tuna wisma dan kaum fakir kirim miskin dan memberi isyarat kepada mereka supaya membantu yang lain.

Kurban binatang di mina hari raya mengenang kesedihan Nabi Ibrahim AS untuk menaati perintah Allah dengan mengorbankan Putra terkasihnya. Orang-orang yang beriman, jika dibutuhkan anda juga perlu siap untuk mengorbankan kekayaan dan harta punya mereka sebab Allah.

“Itu juga mengingatkan orang-orang yang beriman supaya peduli kepada kaum fakir miskin, utamanya pada kampung halaman asal mereka sendiri,” katanya.

admin

Apa Itu Sedekah menurut Islam

Previous article

Bengkel Mobil Anti Karat Toyota

Next article

You may also like

You may also like