METRO BAUBAU
BAUBAU-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Pemerhati Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (FPK-BMM) mendatangi DPRD Baubau, kemarin, guna menuntut kelangkaan pasokan BBM khususnya jenis Solar agar segera diatasi.
BUTON RAYA
BAUBAU- Untuk mengetahui jumlah deposit Aspal Buton secara keseluruhan, sejumlah pengusaha China menggelar survey selama empat hari di Buton.
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
JAKARTA- Pemerintah menetapkan besaran Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) terbaru menjadi Rp 24,3 juta per tahun yang disesuaikan dengan perkembangan ekonomi moneter terkini dan berlaku pada 1 Januari 2013.
Website Fajar
OPINI
Oleh: Harits Abu Ulya
Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst)
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  HALAMAN UTAMA
Selasa, 05 Jul 2011, | 844
Samahuddin Ketua PDP, Usman Diminta Bersabar
Bendera PDP Tetap Berkibar ke Gema Azan
BAUBAU- Perebutan pintu antar bakal calon bupati Buton melalui Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) akhirnya terjawab sudah. Melalui surat klarifikasi SK kepengurusan PKK PDP Kabupaten Buton No. 2. 02B/S.Ext/PKN-PDP/VI/2011 ditujukan kepada KPUD Buton, Kamis (23/6) oleh Pimpinan Kolektif Nasional (PKN). Sehingga bendera PDP tetap berkibar ke pasangan DR Azhari SSTP MSi bersama H Naba Kasim, yang berakronim Gema Azan.

Demikian dijelaskan Ketua PDC PDP Kabupaten Buton, Samahuddin, Sabtu (2/7) di kediamannya. Ia menguraikan, PKN mengeluarkan SK Klarifikasi dalam rangka menjawab surat KPUD Buton No. 63/KPU/PKD/-BTN/VI/2011, tanggal 20 Juni 2011. Perihal kepengurusan yang sah PKK PDP Kabupaten Buton dari Pimpinan Kolektif Nasional Partai Demokrasi Pembaruan (PKN-PDP).

“PKN menyampaikan bahwa Kepengurusan Pimpinan Kolektif Kabupaten Partai Demokrasi Pembaruan Kabupaten Buton (PKK PDP Kabupaten Buton) yang sah, sesuai SK PKN PDP No. 1.159/29.08/Skep/PKN-PDP/X/2008, tanggal 27 Oktober 2008,” pungkas Samahuddin.

Ia menegaskan, di dalam SK tersebut menjelaskan tentang Struktur, Komposisi dan Personalia Pimpinan Kolektif dan Pelaksana Harian (PLH) PDP Kabupaten Buton. “Dalam SK tertulis tebal Ketua PLH PKK PDP Samahuddin, Sekretaris PLH PKK PDP Ir La Ode Abdul Rahim, kemudian Bendahara PLH PKK DPD Harudin Laiyat. Jadi sangat jelas dan terang jangan lagi ributkan PDP,” bebernya.

Samahuddin menekankan, mengenai sikap PKN-PDP dalam Pemilikada Buton 2011-2016, tentang pengajuan bakal calon (Balon) bupati dan wakil bupati yang didukung oleh PDP sepenuhnya menyerahkan kepada pengurus daerah. SK tersebut ditandatangani Pelaksana Harian Pimpinan Kolektif Nasional, H Roy BB Janis sebagai ketua dan AT H Didi Supriyanto selakku sekretaris. “Semua yang terkait dan bersangkutan sudah menerima SK aslinya," tegasnya.

Dia juga menambahkan, surat klarifikasi tersebut ditembuskan ke Komisi Pemilihan Umum di Jakarta. Kemudian KPU Provinsi Sultra, PKP PDP Provinsi Sultra, PKK PDP Kabupaten Buton, dan PKKc PDP se-Kabupaten Buton. Bahkan diberikan juga kepada DR Azhari dan H Naba Kasim.

Samahuddin mengaku yakin dan optimis Gema Azan lolos pintu sehingga bisa mengikuti Pemilukada pada 4 Agustus mendatang. Menurutnya tidak ada lagi keraguan bagi masyarakat untuk tidak mendukung DR Azhari SSTP MSi dan H Naba Kasim. Baginya, pemimpin yang paling ideal dan lebih siap untuk membangun kabupaten Buton kedepan, maka semua Tim Pemenangan harus tetap bekerja maksimal di lapangan.

"Jangan kendor, semua kita lakukan untuk Buton yang lebih baik. Karena diantara bakal calon bupati, Azhari dan Naba Kasim memiliki track record paling baik," tukasnya.

Samahuddin merasa lega karena perang urat saraf selama ini sudah berakhir. Turunnya SK klarifikasi PKN-PDP, memperjelas sikap PDP masih tetap dengan Gema Azan dan bukan yang lain. Sekaligus menegaskan, bahwa tindakan salah seorang pengurus PDP kabupaten Buton, Usman dianggap menentang keputusan PKN-PDP.

"Saya hanya minta saudara Usman bersabar. Karena dalam mekanisme pergantian pengurus sudah sangat nyata menyalahi prosedur yang tertuang dalam AD dan ART PDP. Biasanya jika menyalahi kode etik ada sangsi yang diberikan dan kemungkinan terburuk bakal berimbas pada recall,” tukas Samahuddin. (mus)