METRO BAUBAU
BAUBAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan Tersebut diberikan langsung Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
BUTON RAYA
PASARWAJO-Tahun ini Program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Buton,
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
Baubau-Ereke Masih Putus
BURANGA-Meski kondisi jalan Maligano-Ereke rusak parah, namun akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini telah dibuktikan oleh Nurli, warga Kabupaten Muna yang memilih jalur darat ke Ereke menggunakan sepeda motornya, Minggu (29/8).
Website Fajar
OPINI
(Suatu Kebutuhan atau Keinginan)
Oleh : La Ode Muh Anzal Dalam media ini juga edisi (Juma’t 30 Juli 2010) kepala dinas kesehatan Kabupaten Wakatobi telah mengangkat 81 tenaga honor dengan kualifikasi tamatan SMU/sederajat untuk dimagangkan
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  RADAR BUTUR
Kamis, 29 Jul 2010, | 86
Dicanangkan Tanggal 27 Pertemuan Tokoh Adat Kulisusu
BURANGA-Perangkat adat Kulisusu menetapkan setiap tanggal 27 dilaksanakan rapat rutin membahas tentang budaya dan adat istiadat yang mungkin masih tersebunyi. Program tersebut mendapat dukungan dari Kadis Pemuda Olahrada, budaya dan Pariwisata, Muh. Amaluddin Mochram SS MSi.

Ketua adat, Ahlul, mengatakan tujuan pertemuan tersebut untuk mengali informasi dari para perangkat adat, tentang budaya dan adat istiadat Kulisusu yang masih tersembunyi, karena hanya melalui cerita dan pertemuan, pihaknya bisa mengumpulkan referensi.

"Bisa jadi dalam pertemuan-pertemuan seperti itu, ada orang tua yang mengetahui lebih jau tentang budaya Kulisusu. Dari cerita inilah nanti kita akan gali dan kembangkan dengan cerita yang lainnya, yang pada akhirnya akan dibuatkan dalam bentuk catatan atau tulisan.

Rencananya, kata Ahlul, pihaknya akan mengadakan pertemuan tahunan bagi seluruh tokoh adat di enam kecamatan se-Kabupaten Butur. Pertemuan itu untuk menyatukan persepsi tentang adat dan budaya Butur. Misalnya, adat perkawinan dan budaya-budaya lainnya.

Sementara itu, Kadisporabudpar Muh. Amaluddin Mochram SS MSi sangat mendukung kegiatan tersebut. Namun yang perlu diingat, di Butur bukan hanya satu etnis saja, tapi beragam etnis. Jadi, secara otomatis budaya dan adatnya berbeda-beda.

"Saya sangat setuju, jika pertemuan tokoh-tokoh adat dan budaya itu mengangkat ciri khas dan identitas Butur. Sedangkan budaya-budaya lainnya menjadi sub-sub dari identitas Butur," katanya.

Jika begitu proses perjalanannya, maka tak satupun budaya atau adat yang akan terkikis. Kuncinya, mencari persamaan budaya dan adat masyarakat Butur yang dihuni berbagai etnis, seperti suku Kulisusu, Kioko, dan Wakorumba.(Har)