Kamis, 29 Jul 2010, | 64
Wallacea Lirik Hutan Butur untuk Penelitian
BURANGA-Operation Wallacea (Opwall) yang dipimpin Tim Coles mengungkapkan kekagumannya
terhadap potensi ekowisata alam Butur, khususnya areal hutan hujan tropis (Rain florest) yang
masih dalam kondisi bagus.
Selain itu, obyek wisata bahari diperairan Bone Desa Lemo menjadi daya tarik tersendiri bagi Opwall. Pasalnya, kawasan itu terdapat gugusan terumbu karang dan biota laut beraneka ragam, seperti kuda laut sebesar lalat yang menjadi buruan foto grafer bawah laut dunia.
Kadis Pemuda Olahraga, Budaya dan Pariwisata, Muh. Amaluddin Mochram SS MSi, mengatakan survei yang dilakukan Opwall dibeberapa lokasi obyek wisata alam sebagai bukti bahwa Butur punya potensi yang cukup besar di bidang kepariwisataan.
Bahkan, Tim Coles tidak bisa menyembunyikan kekagumannya saat melihat kawasan hutan tropis yang menyimpan kekayaan satwa, tumbuhan langka, serta lanskap pemandangan yang sangat mengagumkan di areal tersebut.
"Dia sempat berkata kepada saya, bahwa Buton Utara menyimpan potensi ekowisata yang cukup bagus, khususnya areal hutan hujan tropis yang masih terjaga keasliannya. Kemungkinan tahun depan, mereka sudah melakukan penelitian ekowisata disini," tandasnya.
Adapun tujuan Opwall, untuk mengadakan survei lokasi rencana survei kegiatan penelitian dan ekowisata di Butur. Sedangkan obyek-obyek wisata yang menjadi target adalah lokasi selam bawah laut di perairan Pantai Bone, teluk Kulisusu, hutan tropis, dan obyek wisata lainnya.
Amaluddin menambahkan, Staf Ahli Sekretariat Daerah Bidang Pariwisata, Hj Muniarti Ridwan banyak memberikan tentang rencana pengembangan potensi wisata yang ada di Butur. Dia (Muniarti-red) mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut, sebab kepariwisataan menurut Muniarti, merupakan aset daerah untuk jangka panjang dan apabila dikelolah dengan baik dan benar, maka akan menjadi sumber PAD.
Pada tahun lalu, sambung Amaluddin, Tim Indonesian Exporer yang dipimpin Ir Cahyo Alkatana telah melakukan penelitian menyangkut potensi bawah laut di perairan Bone. Hasil penelitian tersebut meliputi, jenis dan kondisi terumbu karang, presentase tutupan karang, serta jenis biota laut yang hidup, dan salah satunya ditemukan kuda laut sebesar lalat yang menjadi buruan foto grafer bawah laut dunia.
Dijelaskan, hasil temuan Indonesian Exporer tersebut akan menjadi rujukan, bahwa Butur punya potensi wisata bahari yang tak kalah menariknya dengan daerah lain di Indonesia.
Katanya, Pemda Butur sangat mendukung program dan kegiatan yang menyangkut pengembangan marine ecotourism dan foret ecotourism. Kehadiran tim Opwall merupakan kesempatan yang bagus bagi pemuda untuk mempromosikan ekosistem hutan dan bawah laut.
Lantas dia menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan rencana strategi (Restra) untuk menunjang kegiatan dinas yang dipimpinnya. Restra tersebut sangat penting, mengingat program dan kegiatan yang akan dilaksanakan harus memiliki konsep dan arah yang jelas.
"Sambil menunggu RPJM lima tahunan, Restra Disporabudpar sudah harus ada, karena disitu akan memuat visi, misi dan strategi lembaga ini, sambil kita menunggu ketentuan atau aturan yang lebih tinggi, agar kita bisa mengadakan penyusuaian-penyusuaian," paparnya. (har)