METRO BAUBAU
BAUBAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan Tersebut diberikan langsung Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
BUTON RAYA
PASARWAJO-Tahun ini Program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Buton,
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
Baubau-Ereke Masih Putus
BURANGA-Meski kondisi jalan Maligano-Ereke rusak parah, namun akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini telah dibuktikan oleh Nurli, warga Kabupaten Muna yang memilih jalur darat ke Ereke menggunakan sepeda motornya, Minggu (29/8).
Website Fajar
OPINI
(Suatu Kebutuhan atau Keinginan)
Oleh : La Ode Muh Anzal Dalam media ini juga edisi (Juma’t 30 Juli 2010) kepala dinas kesehatan Kabupaten Wakatobi telah mengangkat 81 tenaga honor dengan kualifikasi tamatan SMU/sederajat untuk dimagangkan
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  SUARA BUTON
Kamis, 29 Jul 2010, | 102
Oknum Anggota Polisi yang Diduga Melakukan Penganiayaan Belum Ditangani
Polres Buton Didemo
PASARWAJO-Puluhan massa yang menamakan dirinya Front Pembela Rakyat (FPR) melakukan aksi demonstrasi. Mereka menilai Polres Buton tidak tegas menindak oknum polisi yang diduga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kepada La Ntule, Minggu (18/7).

Korlap aksi Ridwan Azali, dalam orasinya meminta Kapolres Buton agar segera menindak oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan kepada La Ntule. "Aksi kami kali ini bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat yang sudah muak dengan tingkah polisi yang bejat melakukan intimidasi dan penekanan kepada masyarakat dimana polisi tidak transparan dalam menangani kasus yang dilaporkan warga," tambah Rendy Saputra.

Ridwan mengatakan, oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan kepada warga kerap kali mabuk-mabukan dan membuat ulah di masyarakat padahal seharusnya seorang polisi sebagai pengayom masyarakat, tapi malah menindas masyarakat.

Dia juga mengutarakan tuntutannya yang meminta agar polisi dengan tegas menindak Rodi Sugarbin dan kawan-kawan yang diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan, bertanggungjawab sepenuhnya atas biaya pengobatan dan perawatan yang menyebabkan La Ntule hingga hari ini tidak dapat bekerja menafkahi keluarganya serta meminta agar jangan memutar balikan fakta.

Mereka juga meminta agar Polres Buton jangan korbankan citra kepolisian hanya karena melindungi satu orang. "Jika perlu Polres Buton melakukan penahanan mulai saat itu juga," tegasnya.

Wakapolres Buton Kompol Hartono SIK mengatakan, saat ini laporan polisi yang dilaporkan korban di Polda Sultra sudah dilakukan penyelidikan dan pihak Polres Buton membantu Polda Sultra guna penyelidikan tersebut. "Pihak kami seobyektif mungkin membantu pihak Polda apabila terbukti bersalah, maka akan dilakukan sidang pelanggaran kode etik kepolisian sejauh mana perkembangan penyelidikannya pihak keluarga tentu sudah disurati," ujarnya.

Bahkan katanya, walaupun pihaknya belum melakukan tindakan penahanan kepada oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan dan pengeroyokan karena yang bersangkun tidak akan melarikan diri dan diawasi secara internal dari Kepolisian Resort Buton.

Pada kesempatan itu juga Wakapolres mengajukan permintaan maaf dari Kapolres Buton AKBP Daniel Adityajaya yang tidak dapat hadir karena sedang tugas di luar daerah. Dalam tuntutannya, FPR meminta agar Kapolres Buton dan Kapolda Sultra mengundurkan diri dari jabatannya.

Dalam orasinya juga, Rendy Saputra membeberkan berbagai kasus kekerasan yang dilakukan oknum kepolisian, diantaranya penganiayaan sejumlah aktivis di depan Kantor DPRD Baubau, tindakan asusila yang dilakukan oknum anggota Polsek Wolio terhadap tahanan wanita, dan beberapa kasus lainnya.(cr2/asw)