
NEW YORK - Tren positif Manchester United dalam pramusimnya di Amerika Utara terhenti.
Setelah menang 3-1 atas Glasgow Celtic (16/7) dan 1-0 atas Philadelphia Union (21/7), United
tersandung oleh Kansas City Wizards di Stadion Arrowhead kemarin WIB (26/7). Setan Merah -julukan United- dipaksa menyerah 1-2.
Raihan negatif United memang terjadi di friendly game alias uji coba. Namun, menilik jalannya pertandingan, jawara 18 kali Premier League itu tidak sepatutnya takluk oleh lawan yang notabene tim biasa-biasa saja di kompetisi Liga Sepak Bola Amerika Serikat (AS).
Tampil di hadapan 52 ribu penonton, United dikejutkan oleh gol Davy Arnaud pada menit kesebelas. Namun, Setan Merah memperoleh keuntungan melalui hadiah penalti pada menit ke-41 setelah defender Wizards Jimmy Conrad melanggar kasar Dimitar Berbatov di kotak terlarang.
Berbatov yang bertindak sebagai algojo tidak membuat kesalahan. Selain menyamakan kedudukan, Setan Merah unggul jumlah pemain karena Conrad dikartu merah.
Namun, tidak sampai semenit setelah gol Berbatov, tuan rumah membalas. Berawal dari sepak pojok Ryan Smith, sundulan Kei Kamara mengelabui kiper United Ben Amos.
Tayangan ulang televisi sebenarnya memperlihatkan bola belum melewati garis gawang. Namun, wasit tetap mengesahkannya. Gol itu akhirnya memastikan Wizard mengalahkan United 2-1 dalam laga yang dibuka dengan atraksi udara dua pesawat jet supersonik T-38 itu.
Pelatih United Sir Alex Ferguson tidak mempermasalahkan gol kontroversial tersebut. Dia lebih menyoroti barisan pemain mudanya yang kurang pengalaman. Khususnya barisan pertahanan.
Di bawah mistar, misalnya, Amos, 20, merupakan mantan kiper akademi United yang baru dipromosikan sebagai kiper ketiga di tim utama seiring hengkangnya Ben Foster ke Birmingham City. Di depan kiper 20 tahun itu, Ferguson memainkan duet Jonny Evans dan Chris Smalling yang juga baru pertama dijajal.
"Kurang pengalamannya pertahanan kami terlihat jelas dalam 15 menit pertama. Kiper kami masih terlalu muda untuk mengomando para pemain di depannya," kata Ferguson kepada MUTV.
Gaya permainan Wizards yang mengandalkan fisik para penggawanya juga menyulitkan pemain United. Pemain senior seperti Ryan Giggs yang biasanya dikenal santun di lapangan bahkan sempat terpancing sehingga diganjar kartu kuning. Ferguson juga menarik keluar Nani dan Berbatov di pertengahan babak kedua karena ancaman cedera.
"Seperti karakter pemain asal AS, mereka sangat atletis dan kerap melakukan benturan-benturan. Saya sempat berpikir ini bukan lagi friendly game. Mereka juga sangat termotivasi karena bagi mereka, ini merupakan laga besar," tutur pelatih yang biasa disapa Fergie itu.
Tur pramusim United di AS masih menyisakan satu laga. Yakni, menghadapi MLS All-Star di Houston besok (28/7). Selanjutnya, United terbang ke Meksiko untuk menantang Chivas Guadalajara (30/7). Setelah pulang ke Eropa, Setan Merah ditunggu tim pilihan Liga Utama Irlandia atau Airtricity League XI di Dublin (4/8) dan Community Shield kontra Chelsea di London (8/8).
"Kami masih memiliki banyak agenda di pramusim untuk berbenah diri. Saya berharap agar kekalahan di Kansas terbayar saat melawan MLS All-Star sekaligus menutup tur di AS dengan happy ending," papar Fergie. (jpnn)