METRO BAUBAU
BAUBAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan Tersebut diberikan langsung Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
BUTON RAYA
PASARWAJO-Tahun ini Program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Buton,
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
Baubau-Ereke Masih Putus
BURANGA-Meski kondisi jalan Maligano-Ereke rusak parah, namun akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini telah dibuktikan oleh Nurli, warga Kabupaten Muna yang memilih jalur darat ke Ereke menggunakan sepeda motornya, Minggu (29/8).
Website Fajar
OPINI
(Suatu Kebutuhan atau Keinginan)
Oleh : La Ode Muh Anzal Dalam media ini juga edisi (Juma’t 30 Juli 2010) kepala dinas kesehatan Kabupaten Wakatobi telah mengangkat 81 tenaga honor dengan kualifikasi tamatan SMU/sederajat untuk dimagangkan
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  HALAMAN UTAMA
Kamis, 29 Jul 2010, | 32
Nenek Asal Wakatobi Tertikam Linggis
BAUBAU-Nasib sial menimpa Wa Halima (73) warga Desa Liatogo kampung Efulaa Kabupaten Wakatobi. Senin lalu (26/7) sekitar pukul 16.30 wita, dalam perjalanan mendaki dari kebun kerumahnya terpeleset hingga jatuh kebelakang. Linggis dalam keranjangnya yang biasa digunakan mencabut rumput, tertancap dipunggung kiri belakangnya.

Dua orang cucunya atas nama La Ari (13) dan La Pino (4) yang besama dengan korban, langsung lari meminta pertolongan di kampung yang hanya berjarak 150 meter dari lokasi kejadian. Mendengar laporan dari kedua bocah itu keluarga dan warga langsung ke lokasi kejadian.

Melihat korban dengan linggis tertancap dipunggungnya, warga pun melarikannya di RSUD Wangiwangi Kabupaten Wakatobi. Berhubung keterbatasan alat, 2 jam kemudian korban dirujuk ke RSUD Baubau di Palagimata untuk dioperasi dan membuka linggis yang masih menancap dibadan korban, seperti diungkapkan keluarga korban, La Simai (38).

Menurut La Simai (38), saat ditemui di RSUD Baubau kemarin, kejadian yang menimpa Wa Halima merupakan kecelakaan murni. Saat itu korban bersama kedua cucunya dari kebun dan hendak pulang kerumah dengan membawah bakul yang berisi ubi menelusuri setapak yang dilapisi semen. Namun sial belum tiba di rumah, korban terpeleset hingga linggis yang disimpan dibakulnya menancap di punggung belakang.

"Sebelum kejadian daerah tersebut diguyur hujan sehingga jalan menjadi licin. Jalan yang dilalui tidak rata dan bergunung. Saat melewati jalan yang menanjak naik itu, Karena licin membuat keseimbangannya tidak ada dan terjatuh kebelakang. Linggis yang saat itu disimpan dan ditancap di bakul di tindis hingga menembus punggung belakang sedalam kurang lebih 25 Cm atau satu jengkal orang dewasa," terangnya.

Sekitar pukul 21.00 wita korban dengan besi berdiameter 12 mili meter yang masih menancap dibadan, diseberangkan dari Wanci ke Baubau untuk mendapatkan pelayanan operasi guna membuka dan mencabut linggis dengan panjang kurang lebih 0,5 meter tersebut. Pukul 05.00 wita pagi kemarin (27/7) kapal yang ditumpangi sandar disalah satu dermaga Baubau, korban langsung dilarikan di RSUD Baubau di Palagimata.

Beruntung besi yang menancap dipunggung belakang sebelah kiri tersebut tidak sampai menembus dan mengenai organ yang fital sehingga korban tetap mampu bertahan hingga operasi selesai. Didukung dengan kondisi fisik korban yang kuat sehingga mampu bertahan dalam perjalanan dan penyebrangan dari Wakatobi ke Baubau dengan alat seadanya.

Dari keterangan La Simai, awalnya pihak dokter RSUD mengaku tidak sanggup untuk menanganinya dan menyarankan dirujuk ke Makassar. Karena keterbatasan biaya pihak korban menolak dan meminta agar dilakukan operasi seadanya.

"Alhamdulillah, operasi berjalan dengan baik dan telah selesai, kami pihak keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak RSUD Baubau atas operasi tersebut," ungkap La Simai. (p4/p5)