
BURANGA-Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kababupaten Buton Utara, selama tiga bulan kedepan akan melakukan pendataan keluarga guna memperoleh data Basis. Pendataan perdana diawali dari keluaraga Drs H Muh. Ridwan Zakariah MSi, Jumat (16/7) di Rujab bupati.
Melaui Kabag Humas, Naadji S Sos, menyatakan Amatan Kepala BPPKB Drs Halim Asy’Ary MSi didampingi Kabid Ikap, Bungke Adam SPi mendatangi kediaman bupati sekitar pukul 17.00 Wita, diterima langsung Drs H Muh. Ridwan Zakariah MSi bersama Dra Hj Muniarti Ridwan.
Dalam percakapan yang penuh dengan khimad dan penuh keakraban itu, kata Naadji, bupati memberikan penjelasan secara rinci tentang jumlah anggota keluarganya kepada Kabid Ikab BPPKB, Bungke Adam SPi.
Sejumlah pertanyaan yang dilontarkan Bungke Adam mengenai, jumlah anggota keluarga, sumbangan sosial yang telah dilakukan, serta Ormas yang pernah dan sedang digeluti bupati selaku KK.
Lanjut dia, mendengar pertanyaan itu, orang nomor satu di Tanah Lipu Tinadeakono Sara ini langsung memberikan jawaban. Katanya, keluarganya berjumlah empat orang, yakni seorang isteri dan dua orang anak yang masih duduk di bangku SD.
Sedangkan mengenai sumbangan sosial, kata dia, baik sebelum menjabat maupun sesudahnya, bupati terus menerus memberikan sumbangan secara pribadi ke panti asuhan, lembaga agama, perseorangan, maupun lembaga lainnya yang menurutnya bermanfaat bagi kepentingan daerah.
Sementara Organisasi yang perna diikutinya, yakni ICMi dan KAHMI. Sedangkan isterinya Dra Hj Muniarti Ridwan sebagai Pembina BKMT. Usai memberikan penjelasan, sambung Naadji, bupati lantas menghimbau kepada petugas pendataan untuk besungguh-sungguh dan cermat dalam mengambil data agar yang diperoleh merupakan data terbaru serta akurat, sehingga dapat diketahui berapa besar data tenaga kerja produktif yang nantinya akan menjadi masukan ketika bupati mengambil suatu kebijakan yang berkaitan dengan terciptanya lapangan kerja.
Ditempat yang sama, kata dia lagi, Kepala BPPKB, Halim Asy’Ary, menjelaskan pendataan keluarga tersebut mencakup pasangan usia subur, peserta KB, data keluarga termasuk individu anggota keluarga, data tahapan keluarga sejahtera, serta ciri -ciri penduduk.
Referensi tersebut akan menjadi acuan untuk digunakan sebagai peta kerja dan kepentingan operasional dilapangan serta sebagai data dasar untuk perencanaan pengendalian dan penilaian program.
Adapun tujuan pendataan keluarga, kata Asy’Ary, melalui Kabag Humas, Naadji, dikatakan untuk memperoleh data basis keluarga dan anggota keluarga secara tepat dan menyeluruh, termasuk kondisi dilapangan sampai ketingkat keluarga yang secara khusus nantinya dapat menghasilkan data dan informasi, seperti data demografi, KB, tahapan keluarga sejahtera, data anggota keluarga secara tepat dan menyeluruh di wilayah Kabupaten Buton Utara.(har)