Jumat, 23 Jul 2010, | 52
Manan:Bupati Sudah Mencium Gelagat Para Pejabat
Kabinet Rid’Ha Menjawab Lemahnya Sistem Pemerintahan
BURANGA-Tokoh masyarakat Butur, La Ode Abdul Manan, menilai mutasi jabatan esolon dua dan tiga, Jumat (16/7) sudah tepat, guna menjawab lesunya system pemerintahan yang disebabkan kurangnya loyalitas bawahan terhadap atasan, sekaligus sebagai penyegaran terhadap aparatur pemerintahan.
Mantan koordinator HMI wilayah timur Indonesia ini menyatakan, dalam beberapa bulan terakhir, sebelum dan sesudah Pemilukada aktivitas disejumlah perkantoran sepih, sehingga terkesan tersendat-sendat disebabkan kurangnya kesadaran dan loyalitas aparatur kepada atasannya.
Menurut Manan, pelantikan tersebut merupakan jawaban dari semua persoalan yang terjadi di Butur, khususnya pada institusi pemerintah. Katanya, cabinet yang baru dilantik itu merupakan orang-orang pilihan yang punya integritas, pendirian, professional, dan loyalitas terhadap atasan.
“Saya optimis, kabinet yang baru saja dilantik oleh bupati itu, akan mampu menjalankan tugas dan amanah yang dilimpahkan kepadanya,” tandasnya.
Ada empat persoalan yang harus dijawab dan dibenahi Bupati Ridwan Zakariah. Pertama, birokrasi di Butur sebelum dan pasca Pemilukada terkesan lumpuh. Para pejabatnya sering meninggalkan kantor, seperti orang yang terserang penyakit anemia. Kantor terkadang kosong, yang melaksanakan aktivitas hanya segelintir orang saja.
Kedua, kelesuan tersebut menyebabkan tidak maksimalnya kerja. Apalagi sejumlah pejabat memanfaatkan anggaran untuk keluar daerah, entah itu bermanfaat bagi daerah atau tidak. Kondisi demikian menyebabkan percepatan dan pemborosan anggaran keuangan daerah.
“Saya menilai, kondisi ini sudah diketahui bupati dan wakil bupati. Bahkan, Sekdapun telah mencium gelagat tersebut, termasuk masyarakat sudah memahami situasi itu,” ulas pria murah senyum ini.
Ketiga, dalam waktu dekat bakal ada peringatan HUT RI ke 65 tanggal 17 Agustus mendatang. Jelas momen tersebut sebagai motor penggeraknya adalah para pejabat esolon dua dan tiga. Andai saja tidak ada perubahan cabinet, dan dibiarkan penyakit anemia berkembang dalam birokrasi, maka sangat berpengaruh terhadap suksesnya perayaan hari besar tersebut.
Sebab, lanjut dia lagi, kegagalan perayaan merupakan kegagalan dari pemimpin yang tak mampu membina bawahannya. Maka, sudah tepat dilakukan pemutasian jabatan sebelum kegiatan tersebut dirayakan.
Keempat, pada bulan Juli ini, setiap SKPD sudah harus mempersiapkan kegiatannya untuk diusulkan di perubahan anggaran serta mempersipkan rancangan anggaran untuk 2011. Jika ini tidak diantisipasi secepatnya, maka akan gagallah sejumlah agenda besar untuk kepentingan daerah.
Jadi, sambung Manan, percepatan pelantikan kabinet itu merupakan kemampuan pasangan Rid’Ha dalam mengantisipasi berbagai hal yang akan menjadi penghambat percepatan pembangunan di Butur. Sekaligus, menjawab persoalan yang terjadi pada sistem aparatur pemerintahan.
Baginya, pemutasian pejabat adalah hal yang biasa dalam suatu pemerintahan. Namun kali ini mempunyai nilai tersendiri dalam menjawab kebutuhan birokrasi dan menyangkut maksimalisasi kerja dan pelayanan kepada public.
Lantas dia mengucapkan, selamat kepada para pejabat yang baru dilantik, agar tugas dan amanah yang diembannya dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, demi satu tujuan membangun Butur terhindar dari keterbelakangan.(har)