METRO BAUBAU
BAUBAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan Tersebut diberikan langsung Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
BUTON RAYA
PASARWAJO-Tahun ini Program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Buton,
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
Baubau-Ereke Masih Putus
BURANGA-Meski kondisi jalan Maligano-Ereke rusak parah, namun akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini telah dibuktikan oleh Nurli, warga Kabupaten Muna yang memilih jalur darat ke Ereke menggunakan sepeda motornya, Minggu (29/8).
Website Fajar
OPINI
(Suatu Kebutuhan atau Keinginan)
Oleh : La Ode Muh Anzal Dalam media ini juga edisi (Juma’t 30 Juli 2010) kepala dinas kesehatan Kabupaten Wakatobi telah mengangkat 81 tenaga honor dengan kualifikasi tamatan SMU/sederajat untuk dimagangkan
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  SUARA BUTON
Kamis, 11 Mar 2010, | 152
Awalnya Laporan Biasa, Akhirnya Berubah Jadi Kasus Tanah
Polsek Pasarwajo Tangani Kasus Tanah
PASARWAJO- Pihak Polsek Pasarwajo menangani kasus tanah lebarnya tiga meter yang berada di daerah Tembe Kecamatan La Suara dan La Mara. Kasus tersebut sudah ditangani kurang lebih seminggu, bahkan kasus ini terus bergulir dan masih dalam penanganan Polsek Pasarwajo.

Kapolsek Pasarwajo AKP Jufri membenarkan, pihaknya telah menangani kasus tersebut. Kemudian ia memanggil para pelapor dan terlapor, meski yang dipanggil lebih dulu pihak pelapor. Sementara pihaknya memanggil terlapor untuk dimintai keterangannya.

Dia mengatakan, awalnya laporan La Suara diterima kasus perbuatan tidak menyenangkan, kemudian berbuntut pada penyerobotan kasus tanah yang dilaporkan orang yang sama. "Kami berupaya agar masalah ini dapat diselesaikan dengan bijak dan adil sesuai laporan warga," ujarnya.

Lebih lanjut Jufri menambahkan, selama tiga tahun menjabat menjadi Kapolsek Pasarwajo tidak ada masyarakat yang mengeluhkan mengenai pelayanan yang dilakukan pihaknya. Pihaknya berharap kasus tersebut tidak bertuntut panjang, bahkan diselesaikan lebih cepat tanpa berat sebelah, sehingga masing-masing pihak dapat menerimanya dengan lapang dada.

Sementara La Suara, ketika ditemui menjelaskan kronologis kejadiaannya bermula saat ada pertemuan di kantor Kelurahan Tembe. Pada saat itu kasus tersebut ditangani Lurah Tembe, karena tanah tersebut dibeli Taslan sudah terjadi manipulasi. Namun saat pertemuan berlangsung Taslan (Saudara La Mara, red) mengamuk dan memakinya dengan menyebut binatang, sehingga dirinya melaporkan perbuatan tidak menyenangkan itu dipihaknya (Polsek Pasarwajo, red).

Lanjutnya, ternyata setelah mengukur tanah di samping rumahnya, yang bersebelahan dengan La Mara, ternyata tanah yang pernah dijualnya dimajukan ke kintalnya, makanya dia melaporkannya lagi dengan kasus penyerobotan. "Taslan dan La Mara dua-duanya membeli tanah dari saya, posisinya rumah saya berada ditengah-tengah" ujarnya.

Menurutnya, awal dibeli ukurannya tidak sesuai dengan ukuran tanah yang ada sekarang. Sehingga La Suara meminta, kepada Polsek Pasarwajo agar masalah yang membelitnya segera diusut tuntas, sehingga dia dapat bekerja seperti hari-hari sebelumnya, apalagi dia sudah tinggal di rumahnya lagi di Tembe. (cr2)