METRO BAUBAU
BAUBAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan Tersebut diberikan langsung Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
BUTON RAYA
PASARWAJO-Tahun ini Program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Buton,
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
Baubau-Ereke Masih Putus
BURANGA-Meski kondisi jalan Maligano-Ereke rusak parah, namun akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini telah dibuktikan oleh Nurli, warga Kabupaten Muna yang memilih jalur darat ke Ereke menggunakan sepeda motornya, Minggu (29/8).
Website Fajar
OPINI
(Suatu Kebutuhan atau Keinginan)
Oleh : La Ode Muh Anzal Dalam media ini juga edisi (Juma’t 30 Juli 2010) kepala dinas kesehatan Kabupaten Wakatobi telah mengangkat 81 tenaga honor dengan kualifikasi tamatan SMU/sederajat untuk dimagangkan
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  HALAMAN UTAMA
Sabtu, 06 Feb 2010, | 44
Akbar Anggap Soal Kerbau Sudah Risiko SBY
JAKARTA – Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang kerbau yang disimbolkan sebagai dirinya dalam aksi demo 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), terus memicu tanggapan. Beberapa kalangan justru menganggap pernyataan SBY itu tak semestinya dilontarkan.

Mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung mengakui bahwa dalam beberapa hal demonstrasi memang sering mempertontonkan olok-olok yang keterlaluan. Namun menurut Akbar, SBY lebih baik memakluminya dan tetap fokus pada tugasnya.

“Sebagai pemimpin, apapun yang dilakukan oleh masyarakat kita harus siap menerima. kita ta perlu mengalami goncangan. Itu resiko sebagai pemimpin. Saya juga pernah mengalami seperti itu, anggap saja konsekuensi sebagai seorang pemimpin. Tak perlu merasa kehlangan keseimbangan, harus tetap firm,” ujar Akbar usai diskusi di Megawati Institute, Rabu (3/2).

Saat ditanya apakah kinerja SBY memang lambat sehingga disimbolkan dengan kerbau" Akbar mengatakan, tudingan itu tak sepenuhnya benar. Menurut Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar itu, SBY dalam pengambilan keputusan memang selalu melihat berbagai masukan.

“Sehingga itu dianggap lambat oleh berbagai kalangan. Tetapi itu bukan berarti bukti lamban, hanya SBY memang ingin mendapat masukan yang tepat. Faktanya banyak kasus yang diputuskannya tanpa ragu-ragu,” ulas Akbar.

Namun Direktur Eksekutif Reform Institute, Yuddy Latief, justru bertanya balik soal motivasi SBY menyinggung soal kerbau itu. Yuddy menilai kasus kerbau itu sepertinya membekas di benak SBY.

“Tak ada yang omong tiba-tiba lompat dan mempersespsikan diri dengan menyebut kata tambun dan lamban karena ada aksi demosntasri bawa kerbau. Sepertinya itu sudah masuk alam bawah sadar SBY,” ucap Yuddy.

Seperti diketahui, saat membuka rapat dengan para menteri dan gubernur di Istana Cipanas, Selasa (2/2) lalu SBY menyinggung soal aksi demonstran yang membawa kerbau pada aksi demo 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II baru-baru ini. ''Ada (demonstran) yang bawa kerbau. SBY badannya besar, malas, dan bodoh seperti kerbau, dibawa itu. Apa ya itu unjuk rasa sebagai ekspresi kebebasan?'' ujar SBY.(ara/jpnn)