METRO BAUBAU
BAUBAU-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyumbang Rp 15 juta untuk pembangunan Masjid Al-Ikhlas. Bantuan Tersebut diberikan langsung Walikota Baubau, MZ Amirul Tamim.
BUTON RAYA
PASARWAJO-Tahun ini Program Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau Program Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi di Badan Ketahanan Pangan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Buton,
Website Fajar
EKONOMI & BISNIS
Baubau-Ereke Masih Putus
BURANGA-Meski kondisi jalan Maligano-Ereke rusak parah, namun akses tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Hal ini telah dibuktikan oleh Nurli, warga Kabupaten Muna yang memilih jalur darat ke Ereke menggunakan sepeda motornya, Minggu (29/8).
Website Fajar
OPINI
(Suatu Kebutuhan atau Keinginan)
Oleh : La Ode Muh Anzal Dalam media ini juga edisi (Juma’t 30 Juli 2010) kepala dinas kesehatan Kabupaten Wakatobi telah mengangkat 81 tenaga honor dengan kualifikasi tamatan SMU/sederajat untuk dimagangkan
IKLAN / SIRKULASI
Jalan : Teuku Umar No.3 Baubau
Telp : (0420)2826686
Faks : (0420)2826556
  HALAMAN UTAMA
Sabtu, 06 Feb 2010, | 40
DPR Minta Pemerintah tak Berlebihan Sambut Obama
Jangan Boroskan Uang Negara demi Obama
JAKARTA — Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ke Indonesia pada pertengahan Maret mendatang, diharapkan tidak sampai menyedot uang negara. Politisi PKS, Tamsil Linrung, mengingatkan pemerintah agar jangan sampai uang rakyat banyak digunakan demi kunjungan Obama.

Menurutnya, Pemerintah diminta untuk belajar dari pengalaman pada saat penyambutan Presiden AS George Bush tahun 2006 lalu. "Saat itu, betapa banyaknya rakyat menjadi miris dengan penyambutan yang memakan anggaran cukup besar. Sampai-sampai juga mengorbakan lingkungan hanya untuk membangun helipad. Itupun ternyata tamunya tidak jadi datang ke Bogor. Pemerintah harus belajar dari kesalahan itu,’’ kata Tamsil kepada JPNN, Kamis (4/2).

Memang, kata Tamsil, Wajar saja pemerintah mempersiapkan segala sesuatunya guna menyambut kedatangan Presiden AS. sebab, keamanan Presiden negara adikuasa tersebut selama berada di Indonesia juga menjadi bagian tanggungjawab pemerintah Indonesia. Hanya saja, hendaknya pengamanan dan persiapan penyambutan yang dilakukan sewajarnya saja dan tidak berlebih-lebihan.

"Apalagi sampai menimbulkan polemik di masyarakat. Di tengah krisis seperti saat ini dan masyarakat kita sangat kritis, hendaknya pemerintah tidak membuat kebijakan yang justru mengundang kesenjangan. Saya rasa cukuplah seperlunya saja menyambut kedatangan Obama," kata Tamsil yang juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut.

Tamsil menambahkan, kedatangan Obama pada satu sisi memang memberikan kebanggaan sekaligus penghormatan bagi Indonesia. Terlebih lagi, Obama pernah menghabiskan masa kecilnya saat bersekolah di SD Negeri 01, Menteng, Jakarta Pusat. Namun pada sisi lainnya, kedatangan Obama bisa saja menimbulkan masalah di masyarakat, terutama bila pemerintah mempersiapkan kedatangan Obama dengan penyambutan yang berlebih-lebihan.

"Karena masyarakat kita sudah pintar-pintar dan kritis, saya rasa penyambutan Obama ini tidak perlulah ada anggaran khusus. Jangan sampai habiskan uang rakyat untuk acara seremonial yang berlebihan. Masih banyak rakyat-rakyat miskin kita membutuhkan perhatian pemerintah daripada hanya seorang Obama," kata Tamsil.(afz/jpnn)