Selasa, 18 Mar 2008, | 740
IMMIM Putra Mengukir Prestasi (3-Selesai)
* Pernah Dipimpin Ketua MUI dan Rektor UIN
DERETAN prestasi yang ditorehkan pesantren IMMIM Putra, tidak lepas dari peran orang-orang yang pernah memimpinnya. Sampai saat ini, beberapa mantan Mudir (Direktur Utama) JIKA kita berkunjung ke kampus IMMIM Putra, Jl Perintis Kemerdekaan, maka kita akan melihat wajah-wajah muda, Prof Azhar Arsyad (Rektor UIN Alauddin), AGH M Sanusi Baco Lc (Ketua MUI Sulsel), serta AGH Muhammad Ahmad (Ketua Umum IMMIM), terpampang dalam bingkai foto yang sudah agak usang di dinding ruangan kampus.
Deretan nama-nama tersebut di atas, merupakan orang-orang yang pernah membesarkan nama ponpes ini. Sanusi Baco, misalnya, tercatat sebagai direktur utama kedua, setelah Muhammad Ahmad. Sanusi Baco, mengemban amanah tersebut pada kurun waktu 1977-1979.
Setelah Sanusi Baco, tongkat komando IMMIM selanjutnya, dipegang H Mustafa Nur LAS, baru kemudian diambilalih Prof H Azhar Arsyad MA, untuk kurun waktu 1989-1998. Saat itu, Rektor UIN itu, masih menyandang gelar doktorandus (Drs).
Dalam kepemimpinan, Azhar, IMMIM juga mengalami kemajuan yang pesat. Perkembangan IMMIM bertambah pesat pada kepemimpinan selanjutnya, Drs H Saifullah MS (1998-2002). Bahkan, hingga sekarang, di bawah kepemimpinan Dr H Baharuddin HS MAg, IMMIM berada di puncak kejayaan.
Beberapa santri yang ditelorkan mendulang prestasi puncak. Tiga santri, berhasil menembus UGM dan IPB, dua universitas ternama di Indonesia. Sebelumnya, beberapa prestasi juga sempat didulang IMMIM, antara lain, juara I lomba kreativitas film digital oleh British Council, sekaligus mewakili Sulsel ke tingkat nasional di Jakarta, serta berlangganan dengan pertukaran pelajar YES (Youth Exchange Student) dan AFS ke Amerika. Selain itu, tahun ini, sembilan santri IMMIM, juga lolos ke penjaringan matrikulasi Unhas dan UNM.
Ketua Yasdic Unit Pesantren IMMIM Putra, Hj Nurfajri Alimuddin Fadeli Luran mengungkapkan, dalam perkembangannya, pesantren IMMIM selalu memadukan tiga H, yakni, 'head', 'heart', dan 'hand'. Perwujudannya, melakukan pengelolaan pondok berbasis pada manajemen kualitas yang Islami, guna menjalin dan menciptakan rasa puas dan bahagia bagi segenap insan pondok dan umat.
Selain itu, IMMIM juga melakukan lima program penajaman, yakni, prorgram bacaan dan hafalan Alquran, kedisiplinan, bahasa, ekstra kokurikuler, serta mafikib (matematika, fisika, kimia, dan biologi).
Seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan, IMMIM juga menambah fasilitas, di antarnya, laboratorium IPA, bahasa, serta laboratorium komputer. Di samping itu, saat ini, IMMIM juga sedang membangun kampus II seluas 4 hektare, di Moncong Loe. Humas IMMIM Daswar Muhammad mengungkapkan, gedung baru tersebut, nantinya akan digunakan untuk SMA dan MAK. Sementara untuk tingkat SMP, tetap di Kampus I Tamalanrea. (*) ASWAD SYAM